#pamit

#latepost

Di luar sudah gelap. Penumpang sebelah bangku sudah terlelap. Perjalanan masih panjang, walau ga sepanjang jalan sutra..

Penat terasa tapi ga sebanding dengan rasa sesal yang ada di dada. Sesal karena belum bisa menghasilkan yang terbaik.. Buktinya masih banyak komplain sana sini..

Alhasil sedikit demi sedikit belajar untuk kembali mengaktualisasi diri.. sudahkah saya berada di tempat dimana saya seharusnya berada untuk menjadi diri saya yang apa adanya? Banyak kata ‘ada’ karena memang sering manusia tidak menyadari keber’ada’an mereka, termasuk saya tentunya..

Mungkin perlu bertanya lagi pada Sang Khalik yang memungkinkan saya ‘ada’. “Gusti, jane kulo niku sinten?”

Sering orang bertanya mengapa saya suka melakukan perjalanan panjang di malam hari bersama bus malam, apapun POnya. Dari beragam alasan, salah satunya ya karena keindahan malam.. Keindahannya ya di malam hari biasanya orang akan pamit untuk tidur..

Terima kasih atas malam yang memungkinkan saya pamit sejenak dari segala macam urusan yang kadang saya pikir itu sebenarnya ga penting.

Terima kasih atas malam yang memungkinkan saya pamit sejenak dari segala macam distorsi pemikiran dan emosi.

Terima kasih untuk malam yang memungkinkan saja pamit sejenak dari segala polusi hati.

pamit sek yo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: