Refleksi Salib Putih

​Refleksi Salib Putih

Tanggal 13-16 Maret 2017 yang lalu, sinode Gereja Pantekosta mengadakan Musyawarah Nasional yang dilaksanakan di Agrowisata Salatiga.

Mengingat beragam permasalahan yang mendera sinode ini selama 10 tahun belakangan ini, bukan merupakan hal yang mudah bagi Panitia untuk melaksanakan event tersebut. Ada begitu banyak kekuatiran yang sedapat mungkin tidak ditampilkan di muka umum. Mulai dari permasalahan intern maupun ekstern, semua seakan menjadi momok yang menakutkan.

Namun demikian, bersyukur pada Tuhan, semua itu dapat terlewati dengan baik dan lancar.

Saya ga akan bicara hal-hal detail, namun saya akan membagikan beberapa quote yang disampaikan oleh para peserta munas yang notabene adalah para pendeta maupun panitia atau rekan2 lain. Quote2 tersebut masih saya ingat sampai sekarang. Saya sengaja nge-blog tentang Munas hampir dua bulan setelah Munas berlalu, agar dapat melihat mana saja quote yang masih nyantel di memori otak saya yang terbatas ini.. hehee

Berikut quote-quote tersebut:

1. “Organisasi gereja jangan dibuat seperti organisasi politik!!”

Kata-kata ini diucapkan oleh Pdt.Victor Daud Fakanimella saat suasana rapat mulai memanas gara2 tetek bengek aturan yang diperdebatkan para peserta.

2. “Bapak tenang saja, biar kami yang kerjakan”

Ini diucapkan asisten saya (wew..asisten..gayaaa..wkwkwk) yang sudah saya anggap adik saya sendiri, namanya Jayantry Patola, fresh graduate Universitas Kristen Satya Wacana.. Dia bantu saya masalah administrasi dll selama Munas.. saat dia lihat saya bingung ladeni tamu dengan bermacam request, kata-kata itulah yang diucapkan.. bahkan pasca Munas dia masih bantuin saya..

3. “Semangat Pak, semangat!!”

Kata penyemangat ini diucapkan oleh asisten saya yang lain, namanya Septy. Dia juga fresh graduate UKSW.. Malam terakhir, kami nglembur ga tidur untuk kejar penyelesaian kartu anggota. Saat kami mulai ngantuk, Septy menyemangati dengan kata2 tersebut.. 

4. “Eh, jangan tolak salib!!”

Kalimat tersebut diucapkan Pak Ketua Umum yang baru kepada Sekretaris Umum yang baru, saat si Sekum merasa bahwa dia tidak mampu mengemban tugas karena usia yang terbilang muda.

5. “Nak, bapakmu itu bener2 bapak..”

Kata-kata ini diucapkan seorang Oma kepada saya perihal ayah saya yang tidak berambisi dengan jabatan meskipun banyak yang masih mendukungnya..

6. “Saya memilih diam dan membiarkan adanya gejolak terlebih dahulu untuk melihat mana kawan yang tulus dan mana yang tidak tulus”

Kata-kata ini diucapkan ayah saya saat jelang proses pemilihan ketua umum suasana memanas.. banyak yang menyudutkan ayah, tetapi ayah tetap diam, sampai beliau diberi kesempatan bicara. Dia tidak menginginkan jabatan tersebut karena memang aturannya demikian.

7. Makan Yesss!!!!

Nah kalo ini diucapkan ibu saya kalo liat saya sibuk kerja sampai lupa makan.. sederhana tapi itulah kebutuhan mendasar manusia pada umumnya hehehe

So..itulah sedikit quote yang saya ingat meski tentu masih banyak quote lain yang tidak tercantum di sini..

God bless!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: