Kopok (Lagi)

Beberapa minggu yang lalu saya merasakan pendengaran saya agak terganggu. Rasanya ada banyak kotoran yang menumpuk di telinga saya. Saya memang tidak lagi menggunakan cottonbud untuk membersihkan trlinga saya, katanya dapat membuat kotoran telinga justru masuk lebih ke dalam.
Sudah kurang lebih 4 atau 5 kali dalam beberapa tahun belakangan saya lebih memilih mengunjungi dokter THT baik di tempat praktik, maupun di rumah sakit.

Nah untuk kali ini saya memilih mendiamkan selama beberapa minggu terlebih dahulu, menurut info yang saya baca kotoran tersebut dapat keluar sendiri. Lalu saya juga coba cara alami hasil browsing di internet, yaitu menempelkan irisan bawang di dekat lubang telinga. Katanya sih dapat menarik kotoran keluar.

Akhirnya, setelah ditunggu sekian minggu, gangguan pendengaran tersebut tetap ada. Berhubung tidak ingin menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengantri di rumah sakit, sayapun memilih opsi mengunjungi dokter THT di tempat praktiknya. Dokter tersebut bukan dokter yang dulu pernah saya kunjungi. Dokter yang sebelumnya penanganannya saya rasa kurang maksimal.

Di Dokter THT

Sore saya ke dokter THT, antri tidak banyak. Ketika giliran saya tiba, tanpa banyak basa basi langsung diminta duduk berhadapan di dekatnya. Ditanya keluhannya apa. Saya katakan sepertinya telinga kiri saya kotor. Akhirnya telinga saya di cek. Dan bukan hanya yang kiri. Ternyata yang kanan juga kotor.

Tindakanpun dimulai..

Dokter menggunakan lampu kepalanya untuk membantu melihat ke dalam lubang telinga saya, dan dibantu alat penerang kecil yang dapat masuk ke lubang telinga. Setelah cukup mengamati, alat penyedot kotoran dinyalakan. Dan mulailah proses penyedotan. Lumayan rasanya. Apalagi ketika mengambil kotoran di daerah yang lebih dalam kadang agak terasa sakit. Dokternya berkata, "mas, kalau pusing bilang ya.."

Proses masih berlanjut.

Setelah disedot, dilakukan penyemprotan air ke dalam telinga untuk menguras kotoran. Tapi sepertinya kurang efektif. Lalu diulangi lagi penyedotan. Dan memang, kotorannya banyak dan besar..Saya ga nyangka sebanyak dan sebesar itu (lupa saya foto..halah). Akhirnya proses untuk telinga kiri selesai.

Kemudian dilanjutkan dengan langkah yang hampir sama untuk telinga kanan. Kotoran yang dihasilkan juga cukup banyak.

Tidak sampai di situ, saat finishing lubang telinga disumbat dengan perban yang dioles betadine dan semacam salep, sepertinya untuk mencegah infeksi.

Di akhir babak, saya juga diberi resep obat luar, setelah saya cek di internet, itu adalah vitamin, obat anti infeksi dan obat anti pembengkakan.
Hasilnya telinga plong, bahkan detail yang selama ini tidak terdengar menjadi terdengar begitu jelas, misal suara gemercik air yang terasa begitu cetar.

Intinya, kalau ada masalah yang cukup mengganggu di area telinga, lebih baik ke THT aja. Apalagi kalau ikut BPJS kita bisa ditangani dengan gratis misalnya di rumah sakit.

Demikian kisah saya tentang kotoran telinga atau bahasa kerennya kopok.. Kiranya bisa jadi referensi kalau ada yang mengalami masalah yang sama.
Ciao..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: