Kepala 3

Saya tuh dulu begitu inspired sama buku before 30 nya Ps.Philip Mantofa. Keren gitu rasanya bisa menjadi ‘seseorang’ di usia yang belum mencapai angka 30. Pengennya jadi kayak gitu juga. Tapi ya memang ga mudah. Di usia jelang 30 justru saya mendapati keburukan-keburukan karakter yang selama ini tak terlihat. DI luar mungkin tampak biasa, namun sesungguhnya di dalam ada lubang-lubang yang disebabkan bahan bangunan yang rapuh.

Menginjak kepala 3, saya kembali disadarkan untuk tak usah muluk2 kejar target secara instan. Seringkali proses justru berjalan perlahan. Untuk apa kita mencapai puncak dengan begitu cepat namun akhirnya jatuh karena jalanan mulai licin. Makanya saya selalu katakan, mbok biasa wae. Bagi beberapa orang kata-kata tersebut menunjukkan keengganan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Namun bagi saya sesuatu yang luar biasa itu seharusnya adalah merupakan hal yang biasa (bingung?sukurrr wkwkwk).

Langkah-langkah perlu dijalani satu persatu. Tak bisa kita terus berlari. Kadang perlu berhenti, berjalan lambat, berjalan cepat. Membangun yang tampak di luar biasanya lebih mudah daripada membangun inner nya.

Tak usah terlalu sibuk mengomentari kehidupan orang lain. Lebih baik sibuk memperbaiki diri sendiri. Toh karakter itu adalah hal tersembunyi yang akan tampak dalam sikon tertentu. Meski dapat dimanipulasi namun di saat-saat krusial biasanya akan tampak aslinya.

Kiranya di waktu-waktu yang masih Tuhan berikan kita dapat lebih membangun hal-hal tersembunyi di tempat yang tersembunyi yang hanya dilihat oleh Bapa di surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: