Refleksi 29

Usia semakin bertambah, artinya kesempatan hidup semakin berkurang. Kita tak tau sampai kapan kita ada di dunia ini. Tuhan Yesus pernah pesen ke murid2Nya, ‘bekerjalah selama hari masih siang’. Dan di usia yang semakin bertambah saya justru merasa belum melakukan apa2 untuk-Nya. Terlalu banyak waktu yang disia-siakan untuk hal yang sia-sia. Masih banyak yang perlu dilakukan untuk generasi mendatang.

Semakin kesini semakin terasa bahwa hidup saya bukan tentang saya saja. Tapi panggung show yang sebenarnya adalah tentang Dia dan mereka (sesama).

Tentang Dia, karena Dia Sang Pemberi Hidup, Sang Perancang prototype kita. Sang Pengutus kita. Sudahkah saya berjalan dan bekerja sesuai mau-Nya?

Tentang mereka, karena kita ada untuk menjadi berkat bagi mereka. Baik mereka yang ada paling dekat dengan kita, atau mereka yang dipercayakan Tuhan pada kita, mereka yang menjadi ‘pengasah2’ hidup kita, dan mereka-mereka yang lain.

Entah berapa lama lagi Dia ngasih jatah hidup di dunia untuk saya dan untuk mereka. Selama masih diberi kesempatan, mari bekerja, bekerja, bekerja! (niru slogan Dahlan Iskan dan Jokowi hehe). Mari berkarya, berkarya, berkarya!

Akhirnya, tetaplah melangkah meski kita pernah buat salah. Jangan takut karna kita bukan pengecut. Walau berat jangan pernah kehilangan hasrat. Masi ada harapan walau kdg berjalan dalam kegelapan. Tetaplah maju jika kita tau apa yang kita tuju. Tak usah cemas walau tak berlimpah emas.

Tuhan memberkati kita sekalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: