Belajar Dari Kasus Flo

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia disuguhi berita tentang kasus Florence Sihombing. Oya, saya baru paham mengapa beberapa waktu lalu ada teman saya yang tanya, kenal Flo ga? Ternyata satu marga dengan saya ya hehehe. Saya kurang lebih 5 tahun tinggal di Jogja. Jadi ya aneh juga ada orang yang mengumpat masyarakat Jogja seperti itu.
Gelombang kontroversi kemudian makin menjadi ketika Florence Sihombing ditangkap aparat keamanan. Banyak pihak yang menyayangkan penangkapan tersebut, karena dianggap lebay, bahkan tebang pilih. Pendapat-pendapat tersebut dapat dilihat di linimasa twitter akun orang-orang terkenal di negeri ini.
Akhirnya, setelah pihak UGM turun tangan, Flo dibebaskan (penahanan ditangguhkan).

Beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari kasus ini:

1. Mulut(tulisan, status, twit)mu harimaumu
Hati-hati kalau menilai, mengumpat, berkeluh kesah di dunia maya. Ada jejak yang ditinggalkan. Mending kalau mau mengumpat di dunia nyata saja #eh

2. Sabar
Kasus ini berawal dari aksi main serobot di pom bensin. Nah, kalau antri mengisi bbm ya memang kudu sabar🙂

3. Selesaikan masalah dengan teman
Banyak sekali umpatan di dunia maya. Mengapa Florence Sihombing ketiban apes, tulisan di pathnya dicapture, kemudian sampai disebarkan, dan akhirnya ditangkap Polisi? Bisa jadi ada teman yang sirik ma dia, atau habis berantem ma dia, trus dendam, akhirnya main capture dan sebar aja hehe.. #bisajadi

4. Pahami UU dengan baik
Penahanan Flo menjadi kontroversi, karena pihak pelapor maupun aparat dianggap tidak paham UU ITE dengan baik. Makanya jadi dianggap lebay. Demikian juga para pengguna media sosial harus paham UU ini, meski banyak yang anggap UU ini UU karet juga sih.

5.Sanksi sosial biasanya lebih berat
Sanksi pidana memang terlihat lebih kejam, namun sanksi sosial biasanya lebih membuat tekanan batin. Apalagi Florence Sihombing masih berkuliah dan tinggal di Jogja. Entah bagaimana reaksi masyarakat Jogja yang tinggal di sekitar Flo.

Akhirul kata, semoga masyarakat kita makin beradab dalam bertutur dan merespon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: