Ibu Karakter

Kami memanggilnya ‘ibu karakter’. Beliau adalah ibu2 yang membantu pekerjaan rumah tangga di tempat kami, bahkan terkadang ikut bersih2 gereja juga.

Ibu saya bertemu dengan ibu karakter bisa dibilang secara kebetulan (walau tidak ada kebetulan di dunia ini).

Sejak beliau membantu kami, banyak hal yang dapat kami pelajari dari ibu tersebut. Beliau kerap mengatakan bahwa kita perlu menunjukkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari2. Itu sebabnya kami kemudian memanggilnya sebagai ibu karakter (walau hanya dalam percakapan antaranggota keluarga saja).

Kurang lebih 2 minggu yang lalu beliau meninggal akibat kanker darah. Suatu berita yang mengejutkan keluarga kami.

Ketika banyak pekerja (termasuk saya) mengerjakan pekerjaannya dengan keluhan dan bahkan umpatan, beliau mengerjakannya dengan kesadaran bahwa beliau sedang melayani Tuhan. Suatu sikap yang sangat sangat langka ditemukan (serius!). Ketika banyak orang lebih suka mengerjakan hal2 yang bisa dilihat dan dipuji orang lain, beliau tetap nyaman dan enjoy mengerjakan pekerjaan ‘tak terlihat’nya.

Selamat jalan Ibu Karakter, selamat jalan ibu Narsiah (ibu Kosim). Terima kasih karena telah mengajari saya banyak hal melalui tindakan nyata.. Beristirahatlah dengan tenang di sana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: