Matthew Warren, Dia Juga Manusia

Minggu pagi lalu, saya dikejutkan dengan berita meninggalnya Matthew Warren. Siapakah Matthew? Dia adalah anak lelaki bungsu Rick Warren. Umurnya 27 tahun. Siapakah Rick Warren? Dia adalah seorang pendeta beraliran evangelical, penulis buku Purpose Driven Life yg terkenal itu, dan gembala Gereja Saddleback (rata2 kehadiran perminggu mencapai 20.000 jiwa, tak heran bila dikategorikan mega church).

Mengapa terkejut? Karena alm.Matthew mati bunuh diri. Dia menembak dirinya sendiri. Konfirmasi yang dikatakan keluarga, dia meninggal akibat ‘penyakit mental’ yang dideritanya sejak lama. Berbagai pengobatan tak dapat menyembuhkannya.

Rick Warren adalah seorang pemimpin yang telah banyak ‘merehabilitasi mental’ jiwa-jiwa di seluruh dunia. Membuat mereka mengerti apa tujuan hidup mereka. Namun, ternyata anaknya sendiri tak mengalami kesembuhan. Banyak caci maki, hujat, kata-kata cela yang datang pada Rick ketika berita kematian anaknya tersebar. Ibaratnya, pencela-pencela itu mau bilang, “pendeta kok ga bs nangani anaknya sendiri!”. Rick kemudian merespon celaan2 tersebut dengan tweet yang kurang lebih isinya, “ampuni mereka Tuhan, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Eh, jangan2 ada pendeta juga yang mencela Rick Warren. Ada kan tuh, pendeta yang ketika pendeta lain keluarganya mengalami musibah, atau jatuh dalam dosa, langsung digunakan sebagai ilustrasi kotbahnya, lalu dianalisa macem2, disalahkan, dll.

Saya juga anak pendeta, layaknya Matthew. Saya juga belum begitu paham istilah ‘penyakit mental’ seperti apa yang dimaksud pada Matthew. Memang ga mudah menjadi anggota keluarga pemuka agama. Pasti ada tekanannya. Cuma, karena saya bukan orang yang dikit2 update status, orang lain mungkin jarang melihat tekanan2 tersebut. Biarlah mereka hanya melihat senyum saya, biarlah mereka hanya melihat status2 saya yg kadang ngelucu atau nyeleneh hehehe.

Hidup ini memang penuh misteri. Apa yang terjadi pada Rick dan apa yang terjadi pada Matthew adalah contohnya. Kalo pinjam istilahnya Seurius Band yang bilang ‘rocker juga manusia’, maka pendeta (dan pemuka agama lain) juga manusia. Keluarga pendeta (dan keluarga pemuka agama lain) juga manusia. Setiap pilihan hidup punya konsekuensinya.

Tetap kuat ya Om Rick Warren!

Oya, tulisan ini bukan sarana pembenaran saya bila saya berbuat salah ya, please jangan berpikir seperti itu:).

2 Responses to “Matthew Warren, Dia Juga Manusia”

  1. philip Hui Says:

    Kami turut merasa sedih atas kejadian yg menimpa keluarga hamba-Nya Rick Warren,saya berfikir sebagai hamba Tuhan, kini saatnya kita harus lebih memperhatikan keluarga, setelah itu baru pelayanan. Dan jangan terbalik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: