Bima? atau Buto?

Bima itu baik, punya kekuatan fisik yang besar, luar biasa dahsyat. Di lain pihak, Bima juga punya kelemahan, mudah tersulut emosinya. Apalagi kalau dipancing oleh pihak Kurawa. Itulah sebabnya Bima setidaknya perlu berada dalam lingkaran Pandawa agar dapat terkendali dan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan.

Bima bisa berubah, berperilaku seperti buto (raksasa) jahat bila menuruti emosinya, dan tidak berada bersama saudara2nya sesama Pandawa.

Kunci Bima dalam menjadi seorang ksatria adalah rasa sayangnya pada saudara-saudaranya di Pandawa. Satu hal lagi yang perlu diingat, seemosi apapun Bima, dia tidak berani memberontak atau melawan instruksi dari Yudhistira, sulung dalam Pandawa, yang terkenal bijak, walau kadang terlihat lemah karena seakan tidak tegas dan berani ketika pihak Kurawa menindas Pandawa.

Buat para Bima, tetaplah menjadi ksatria, dan jangan berubah jadi buto, ngeri hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: