Cara Menjadi Penulis Novel

Hari ini saya berpetualang ke Perpustakaan Daerah di kota saya (PERPUSDA WONOSOBO), setelah melihat-lihat buku di rak-rak yang ada, saya tertarik dengan bukunya mas Andrei Aksana, judulnya Be a Writer, Be a Celebrity.Setelah dibaca, bukunya informatif dan inspiratif. Berikut ini ringkasannya, maaf kalau tidak teratur menulisnya, saya hanya menulis inti-intinya saja :

Judul Buku : Be a Writer, Be a Celebrity!

Subjudul : The secrets of best-seller novels

Penulis : Andrei Aksana

Jangan hanya menjadi one hit wonder. Jadilah Hits Wonder! Penulis yang selalu menghasilkan buku-buku yang menjadi hit.

START WITH A REASON : memandang penting inti cerita. Inti cerita sangat dipengaruhi niat. Mulailah menulis karena ingin berkontribusi pada masyarakat. Penulis merupakan saksi zaman. Jadilah penulis yang bisa mengetengahkan suatu tren, fenomena, dan peristiwa.

Budayawan HB Jassin mengatakan, penulis mengemban tugas mulia sebagai guru bagi pembacanya.

KNOW YOUR SELF : what’s your potential? Find your style (bisa dilakukan dengan membaca novel dari pengarang-pengarang yang sudah sukses). Contoh style : penulis cerita tragis, komedi, romantic, dll. Kenali Golden Time (siklus inspirasi diri, kapan waktu produktif kita untuk menulis). Practising, misalnya dengan menulis blog, dll. Making notes, inspirasi dapat datang kapan saja, sebisa mungkin kita dapat mencatatnya, misalnya dengan menggunakan hp. Networking, bergaul dengan sebanyak mungkin orang yang dapat memperluas wawasan kita.

LET’S WRITE! : 6 tahapnya, preparation, creating mood, on writing, delivering, editing, post writing.

Preparation, find the inspiration, lalu cari judul yang tepat (dapat menghabiskan banyak waktu karena memang sangat penting). Story line, apa inti cerita? Bagaimana konflik dibangun? Ke mana cerita akan bergulir? Singkatnya, garis besar cerita. Seperti membangun rumah. Di mana letak pintu, halaman, jendela, dll. Susun menjadi 3 bagian besar. Bagian 1: awal persoalan. Bagian 2: persoalan berkembang lebih seru, dramatisasi keadaan. Bagian 3: klimaks dari rangkaian cerita. Untuk pemula: 100-150 halaman dibagi rata menjadi 3 bagian. Plot of story : present story (plot maju), flash back story (plot mundur), plot maju mundur. Bagaimana melakukan narasi?role as narrator atau writer as narrator. Role, peran. Leading role (tokoh utama) dan supporting role. Karakter, menciptakan tokoh berarti memberikan nyawa dan tubuh bagi mereka. Protagonist, antagonis. Setting/background, dimana cerita berlangsung, buat setting seindah/sebagus mungkin, terbangkan imajinasi pembaca ke tempat-tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Research and survey, browsing internet, perpustakaan, membaca, interview, terjun langsung ke lapangan. Set the ending, sangat penting, agar tahu tujuan yang akan dicapai, perubahan dapat saja dilakukan setelah tujuan dicapai, yang penting capai dulu tujuannya.

Creating mood, waktu khusus pribadi, atau tidak memerlukan waktu khusus, di mana saja dan kapan saja bisa. Creating environment, jangan MALAS. Ciptaan suasana, misal : setel mp3, dll.

On writing, your role, bila menemui kesulitan, terjun langsung dalam cerita sebagai salah satu tokoh. Close your eyes, saat menciptakan adegan, pejamkan mata, setelah dapat gambaran lengkap, tuangkan dalam tulisan. Concentrate on start and ending. Kerahkan seluruh kemampuan untuk membuat adengan pembuka. Gunakan strategi breaking the ice, dengan menempatkan kejadian besar atau peristiwa penting di adegan pembuka.  Kerahkan juga seluruh kehebatanmu untuk membuat adegan penutup, sehingga saat menutup buku, pembaca belum rela melepaskan, dan masih terbayang cerita yang ditulis. SABAR, jangan terburu-buru menulis suatu adegan, jangan mudah ditebak.

Delivering, appearance format, font mudah dibaca, atur spasi dan alinea dengan jarak yang tidak rapat, naskah dalam keadaan bersih, jumlah halaman untuk pemula 100-150 saja. Synopsis, dibuat semenarik mungkin. Be creative, buatlah naskah kita unik di mata penerbit. Selling yourself, buat biodata seperti ‘menjual’ diri, ceritakan hobi dan prestasi.  Wait and follow up, kurang lebih 3 bulan.

Editing, dengarkan input dari editor. Jalin partnership dengan editor, logic, accuracy, revision. Challenge of editing, mengembalikan memori mengenai naskah yang dulu, kiatnya: baca kembali naskah dari awal. Berikan revisi pada editor secepatnya.

Post writing, developoing, libatkan diri pada pembuatan desain novel. Cover, format, size, lay out, symbol yang perlu dimunculkan. Moment, luncurkan buku pada momen yang tepat. Promoting, tawarkan diri untuk ikut mempromosikan novel kita. Next project, terus berkarya, jangan berpuas. Gelisah, Anggun mengatakan, seniman akan tetap hidup jika ia gelisah, karena terobsesi ingin menciptakan karya yang lebih baik.

BE GRATEFUL! : ucapan terima kasih pada pihak-pihak yang membantu.

Hanya diperlukan 1% bakat untuk menjadi penulis sukses. Selebihnya adalah keringat! -Andrei Aksana-

thank u mas Andrei Aksana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: