Rehabilitasi

Kemarin, ketika sedang membeli obat di apotek, saya bertemu dengan seorang teman. Sejak SD hingga SMA kami berada di sekolah yang sama. Dia memang terkenal sebagai anak yang cukup bandel. Saya masih ingat ketika SD dulu, dia pernah bermain game di rumah saya, namun dia malah berkelahi dengan teman saya yang lain. DI sekolahpun dia sering membuat masalah. Ketika di SMA, saat menginjak tahun ketiga, dia dikeluarkan dari sekolah akibat suatu kasus. Padahal tahun ketiga adalah tahun penentuan seorang siswa untuk lulus sekolah.

Saat pertemuan di apotek kemarin, banyak hal yang berubah dari mukanya, hampir-hampir saya tak mengenalinya kalau dia tidak memanggil saya terlebih dahulu. Kamipun bercakap-cakap. Satu hal yang membuat saya cukup terkejut adalah ternyata selama ini dia menjadi seorang pecandu narkoba. Di apotek, dia ingin membeli obat yang disarankan oleh dokter yang merehabilitasinya. Sungguh miris melihat teman saya seperti itu. Hati ini rasanya ingin membantu dia, tapi tak tahu dengan cara bagaimana. Oh ya, dia sudah berkeluarga.

Satu nilai positif yang saya lihat dari teman saya tersebut, dia berani terbuka untuk mau merehabilitasi dirinya. Banyak pecandu narkoba yang tidak mau jujur dan merehabilitasi dirinya karena malu ataupun sangat tergantung sehingga tak ingin lepas dari narkoba. Betapa narkoba telah menjadi jerat bagi kebanyakan generasi muda.

Tak usah berpikir siapa yang salah. Selalu ada jalan untuk berubah, terlebih jika kita melibatkan kuasa Tuhan dan cinta kasih orang-orang di dekat kita.

Tetap semangat temanku!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: