Redefinisi (dalam Konteks Kristen)

Beberapa hari ini, kata-kata yang terngiang dalam pikiran saya adalah : redefinisi. Ada banyak hal yang ternyata perlu diredefinisi dalam kehidupan umat Kristen. Redefinisi dapat diartikan sebagai kemampuan merumuskan batasan dengan melihatnya dari sudut lain, bukan dari cara yang lazim (artikata.com).

Sebagai contoh, dalam dunia kekristenan saat ini, terutama yang berlaliran kharismatik, seringkali orang mengatakan tentang hidup berkelimpahan. Apa yang dimaksud dengan berkelimpahan? Apakah berkelimpahan harta? Berkelimpahan mujizat? Atau berkelimpahan seperti apa? Kemudian ada tagline lain lagi : lebih dari pemenang. Apa yang dimaksud dengan lebih dari pemenang? Apakah dengan ikut Tuhan semua masalah langsung otomatis beres? Apakah dapat menyingkirkan setiap saingan bisnisnya? Atau lebih dari pemenang yang seperti apa? Contoh lain lagi : kamu akan menjadi kepala dan bukan ekor? Maksude opo? (maksudnya apa?) Apakah ketika kita bekerja kita lantas harus langsung menjadi kepala? Apakah kita harus selalu menjadi orang nomor satu? Lantas jika kita tidak menjadi orang nomor satu artinya kita masih menjadi ekor? Apakah artinya seperti itu?

Pengertian-pengertian umum tersebut seringkali mewarnai kehidupan umat Tuhan. Tagline-tagline tersebut tentunya bersumber dari ayat-ayat alkitab. Nah, sebenarnya apa pengertian yang sesungguhnya dari tagline-tagline tersebut? Untuk mengetahuinya tentu kita harus melihat langsung ke alkitab, meninjau konteks ayat, pasal, maupun kitab yang mewarnai ayat tersebut, lebih baik lagi jika kita mengerti bahasa asli dari ayat tersebut (bahasa Ibrani dalam Perjanjian Lama dan bahasa Gerika/Yunani dalam Perjanjian Baru). Ada software-software gratis yang dapat menolong kita jika kita ingin mengerti bahasa asli suatu teks, contohnya : e-sword (dapat didownload di : e-sword.net)

Sikap yang harus kita miliki adalah jujur dan mau terbuka apabila kita menemukan definisi baru dari tagline tersebut. Bukannya malah menganggap ‘ah gitu aja kok susah amat’ atau malah ‘wah, kebanyakan pake hikmat manusia tuh!’  atau yang lebih aneh lagi ‘ah, jadi orang Kristen kok dipersulit, kan semua ini kasih karunia Tuhan’. Hmmm….

Memang tak mudah untuk meredefinisi setiap pengertian kita, terlebih jika kita sudah merasa benar dan enjoy dalam zona nyaman kita masing-masing. Namun demikian, semoga kita dapat terbuka terhadap pemahaman baru mengenai suatu tagline, sepotong ayat. Syukur-syukur kita bisa mengaplikasikan pemahaman baru tersebut menjadi suatu tindakan nyata dalam hidup kita, dan membagikan pemahaman tersebut pada orang-orang lain.

Salam redefinisi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: