Hampir 1 Bulan Setelah Kau Pergi..

Maaf tulisan ini bukan mengenai kisah romansa 2 sejoli. Namun saya menulis tentang seorang tua, sebut saja namanya Pak Dar. Kira-kira sebulan yang lalu beliau telah mangkat. Saya tidak ada hubungan famili dengan beliau.

Selama kurang lebih 2 tahun ini, setiap minggu pertama di setiap bulan, saya ikut mengantarkan perjamuan keliling ke tempat beliau, bersama dengan ibu saya. “Wah, boyok saya ini lho, sakit”, hampir selalu kata-kata itu yang keluar dari mulut beliau, karena memang tubuh yang dimakan usia penuh dengan kelemahan di mana-mana. Teringat bertahun-tahun silam, Pak Dar masih kuat mengayuh sepeda untuk datang beribadah di gereja. Belakangan, mengumpulkan kekuatan untuk berdiripun susah.

Kadang sempat saya malas untuk menjalankan pelayanan tersebut. Karena saya sebagai anak muda tidak begitu tertarik untuk mengurusi hal-hal seperti itu. Namun demikian, lama kelamaan saya semakin menyadari, dengan usia yang semakin senja, bukan hanya tubuh semakin renta, namun ada juga rasa sepi yang mendera. Terlebih istri beliau sudah meninggalkannya beberapa tahun lalu. Ditambah lagi, anak-anaknya pun saya rasa tak memperlakukan Pak Dar sebagaimana mestinya. Mereka malah lebih tertarik dengan urusan pembagian harta warisan jika kelak Pak Dar tutup usia.

Cerahnya wajah yang ditunjukkan dengan senyum, dapat terlihat dari berlipatnya keriput di mata, disambi dengan sungging indah bibir beliau, ketika kami datang mengantar perjamuan keliling. Seakan beliau menyambut dua sahabat lama yang dinantikannya. Seakan kehadiran kami sudah begitu lama dinantikannya.

Saya salut, di usia senjanya beliau masih membaca kitab suci setiap hari, walau dengan keterbatasan indra penglihatannya. Sampai akhir hayatpun beliau masih bertahan dalam imannya.

Sekarang, setiap minggu pertama kami tak lagi ke tempat beliau. Tentu terasa ada yang kurang. Namun, tentu itulah yang terbaik buat Pak Dar. Di dunia banyak kesusahan, duka, dan air mata. Pak Dar berhak mendapat kebahagiaan bersama Sang Khalik, setelah masa pengembaraannya di dunia berakhir.

Selamat jalan Pak Dar.. Semoga kami yang masih muda dapat belajar dari kesetiaanmu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: