Kembali ‘Melihat Realita Dengan Mata Hati’

Tagline dari blog saya, seperti yang tertera di bagian atas blog saya adalah ‘melihat realita dengan mata hati’. Namun demikian, setelah saya berintrospeksi dan melihat kembali tulisan2 yang saya buat, ternyata seringkali saya melupakan tagline tersebut.

Beberapa waktu lalu saya kembali diingatkan tentang hal tersebut. Membuat tulisan bukan sekedar untuk memberitakan, bukan sekedar untuk mengajar, bukan sekedar untuk menumpahkan perasaan. Namun, membuat tulisan juga sebaiknya didasari oleh sebuah refleksi yang mendalam terlebih dahulu.

Kebetulan saya juga sedang membaca buku ‘Syukur Tiada Akhir’ yang menceritakan kehidupan dan perjuangan salah satu pendiri KOMPAS, Jakob Oetama. Dari Pak Jakob saya banyak belajar bahwa untuk menjadi seorang wartawan juga perlu menyertakan refleksi mendalam dalam setiap tulisannya. Meski saya bukan wartawan, saya tetap diperkaya dari nasehat Pak Jakob.

Karenanya, mari bersama menulis dengan melibatkan hati kita. Mari melihat realita dengan mata hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: