Belajar Dari Osama bin Laden

Beberapa hari yang lalu dunia dihebohkan dengan kabar matinya pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Media langsung mempublikasikan berita tersebut sedemikian intensnya.

Banyak yang melihat Osama sebagai sosok kejam yang memang perlu dibasmi. Terlebih, dia dianggap sebagai tokoh di belakang kejadian penabrakan bangunan WTC, September 2001, yang memakan begitu banyak jiwa.

Osama adalah anak seorang kaya. Namun mengapa dia memilih jalan menjadi seorang yang radikal?

Bukankah dia dapat duduk nyaman di kursinya dan melanjutkan bisnis ayahnya, tanpa harus ‘macem-macem’?

Mungkin itulah pertanyaan kita.

Jalan yang ditempuh Osama ternyata diikuti oleh para pengkutnya. Tak heran, jaringan Al-Qaeda berkembang pesat. Apa yang ditularkan Osama kepada anak-anak buahnya? Ideologi.

Osama mungkin telah meninggal. Tapi dia telah meninggalkan warisan bagi para pengikutnya. Warisan itu adalah ideologi.

Ideologi tidak akan mati.

Memang ideologi Osama adalah ideologi yang salah dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Justru di situlah tantangan kita, bisakah kita juga mewariskan ideologi yang benar bagi generasi yang akan datang. Jika mental korupsi, trend selingkuh, dan hal-hal buruk lain masih mewarnai bangsa ini melalui berbagai media, jangan heran bila anak-anak muda pada akhirnya melihat ideologi Osama sebagai sesuatu yang lebih baik untuk diikuti.

Mari sadari hal tersebut. Jika tidak, maka ide-ide kelompok radikal mungkin akan lebih menarik bagi generasi mendatang, dibanding ide-ide humanis yang tidak ditunjang teladan yang benar dari para pemimpin.

Mari belajar dari Osama bin Laden, ambil sisi positif kehidupannya. Dan mari bertekad untuk mewariskan ideologi yang benar bagi generasi selanjutnya.

2 Responses to “Belajar Dari Osama bin Laden”

  1. Sa suka ko punya tulisan om yes… hehehehe…..🙂

    namun mewariskan ideologi “salah” seringkali tidak jauh berbeda dengan mendoktrin, sedangkan Humanisme bukanlah sebuah doktrin, karena itu saya mengiyakan kalimat saudara “mari bertekad mewariskan ideologi yang benar bagi generasi selanjutnya”.. kalimat yang mendalam yaitu ideologi yang benar dan cara mewariskan yang benar pula… salam!

  2. yesaya sihombing Says:

    terima kasih Om Ade🙂 sipp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: