Perjalanan Penuh Makna Wonosobo-Solo

Pagi tadi aku berangkat ke Solo bareng ma babe,nyak, n 1 mahasiswa yang lagi magang di tempatku, sebut saja namanya Sam.
Perjalanan Wonosobo-Solo menempuh jarak cukup jauh. Aku yang nyetir. Di sampingku adalah babe, yang selalu ngingeti, dengan kata-kata seperti, ”awas!”, ”jangan ngebut!”, ”lihat jalannya!”.. ya itulah babe.. kayake kuatiran banget, tapi ya maksudnya baek.. cm aku sebagai driver kadang kaget.. bukan kaget gara2 situasi jalan, tapi gara2 teriakan babe hehehe… dari situ aku belajar, untuk selalu memposisikan diri kita sebagai orang yang tidak tahu memang tidak mudah.. bahasa gampangnya, untuk dengan rendah hati mau diajar oleh orang lain tidak mudah. Apalagi jika kita sudah merasa memiliki konsep dan cara tersendiri… padahal itulah salah satu kunci kita bisa rendah hati dan menghargai orang lain..

Sesampai di Solo, ibadahpun segera dimulai.. aku disuruh jadi pemaen keyboard dadakan.. (kata orang, pelayan Kristus harus selalu siap kapanpun dibutuhkan hehe)…
Selesai ibadah, para pendeta mengadakan rapat.. aku ngobrol-ngobrol di luar.. sembari menurunkan nasi yang baru aja dimasukkan ke perut (maklum, abis acara makan siang hehe).. Ketika aku ngobrol dengan seseorang, orang tersebut bercerita tentang peperangan roh di suatu kota.. akupun serasa diingatkan perihal peperangan roh.. aku dulu begitu getol dan suka belajar tentang peperangan roh.. namun lama kelamaan, aku ga gitu getol lagi.. mungkin y karena sedikit banyak berteologi kali ya.. jadi ga gt menganggap penting arti sebuah peperangan roh di suatu kota.. anyway, aku disadarkan kembali, dan aku pengen terus bergumul buat kotaku..

Sehabis acara, kami pulang. Di Salatiga kami menjumpai hujan deras.. butir-butir air hujan serasa menghantam mobil kami dengan begitu keras, keroyokan pula (namanya juga hujan, kan pasti berjemaah hehe).. rada malam, kami berhenti di Parakan untuk makan. Usai makan kami lanjut lagi. Eh, di jalan ujan lagi.. parahnya wiper mobil kami rupanya sudah minta diganti.. sapuan wiper tersebut tidak bersih.. akibatnya pandanganku jadi rada kabur gara-gara kacanya ga bersih.. babepun kerap mengingatkan karena aku kurang tepat dalam menaksir jalan.. mau ga mau, aku harus konsentrasi tingkat tinggi, dan yang pasti minta pimpinan Tuhan.. salah sedikit aja bisa masuk jurang di kanan kiri jalan pas dataran tinggi menuju Wonosobo.. aku jadi menganalogikan situasi tersebut dengan hidup ini.. seringkali kita ga bisa melihat dengan jelas jalan yang harus kita tempuh (jalan yang sesuai kehendak Tuhan).. ktta hanya bisa menjalaninya perlahan-lahan sembari terus berpegang pada Tuhan.. seringkali kita benar-benar tidak tahu jalan kita dan kita tidak tahu bahaya apa yang ada di jalan tersebut.. tapi percayalah, Tuhan, Sang Terang Kudus, dapat menuntun orang-orang yang menggantungkan harap pada-Nya.. setelah melalui dararan tinggi tersebut, jalan terasa lebih enak dijalani karena hujanpun mengecil intensitasnya.. tak lama kemudian, sampailah kami di rumah..
Thx God…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: