Sabung Nyawa Sambung Hidup

kernet

kernet

Beberapa waktu lalu aku berkesempatan untuk naik bis (atau bus).

Ketika melewati jalanan yang penuh dengan anak sekolah sehabis pulang sekolah, si kernet mempersilakan anak-anak itu masuk.

Sampai akhirnya bis terlalu penuh dan si kernet harus berdiri di luar, dengan tangan memegang erat bis.

Aku berpikir, “wah, kalo jatuh gimana tuh nasib si kernet? dah penghasilannya ga seberapa (dibanding supir nya), kalo jatuh kan bisa repot..”

Betapa kerasnya kehidupan ini, hingga kadang nyawa pun dapat menjadi taruhan demi beberapa lembar ribuan dari anak-anak sekolah yang menaiki bis.

Istilah yang kuberikan adalah Sabung Nyawa untuk Sambung Hidup.

Hidup memang perlu diperjuangkan.

Sudah seberapa serius kita memperjuangkan hidup kita?

Dan yang terpenting, jangan sampai kita lupa dengan Sang Pemberi Kehidupan, yaitu Tuhan.

Dia yang mengatur segalanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: